Ada kalanya sebuah pengalaman tidak untuk dinikmati sendiri saja. Sebuah agama samawi mengajarkan untuk berbagi terhadap hal-hal atau pengalaman-pengalaman yang baik. Dan perjalanan pertama kali saya menginjakkan kaki ke tanah borneo bertahun lalu saya rasa terlalu bagus untuk saya simpan sendiri.
Beberapa hari menjelang tahun baru 2011 yang berarti sudah berada di tanggal dua puluhan desember 2010 ada ajakan untuk mengunjungi daerah kelahiran dari teman yang belakangan jadi housemate saya.
Jadilah kami; tiga pemuda berkantong penuh yang nihil rencana tahunbaru-an merasa tertantang dengan pengalaman baru ini.
Perjalanan kami mulai dengan tanpa persiapan yang layak. Seingat saya tiket pesawat pun saya beli sehari sebelum berangkat. Karena semuanya serba mendadak maka bisa dipastikan banyak sekali perlengkapan liburan yang terlupakan untuk dibawa. Termasuk kamera digital pocket yang biasanya menjadi perlengkapan paling utama yang jarang ditinggal. Tapi mengingat ini bukan yang pertama kalinya kami melupakan kamera, kami tidak mau membahas soal pepatah keledai dan kesalahannya hari itu. karena.. ah sudahlah..
Dikarenakan untuk mengurangi jumlah patungan dan menghemat biaya kami memutuskan untuk mengundang seorang yoga-scuba-diver-master yang berasal dari ukraina dan kakak perempuannya salah satu dari kami. Biaya perjalanan dibagi ber-lima kemudian setelah menjejakkan kaki di pulau derawan kami mengundang lagi sepasang pelancong yang berasal dari cardiff-wales. Cukup ramailah jadinya peserta trip ke borneo ini.
Berikut adalah beberapa hasil dokumentasi menggunakan kamera digital yang terdapat di perangkat telefon seluler salah satu dari kami.
Selamat datang di tanah borneo timur.
Menginap semalam dan menghabiskan malam tahun baru di berau sebelum menyebrang.
Mencari bahan bakar di berau
Bersiap menyebrang menuju kepulauan Derawan
Selamat datang di pulau Derawan
Menuju titik snorkeling pertama di derawan.
Snorkeling hari kedua
Tiga pemuda nekat
Pulau Maratua
Rombongan yang baru kenal dan langsung akrab karena bertemu sekawanan besar lumba-lumba dalam perjalanan
Dermaga pulau Kakaban
Dibalik rimbunan pohon itu terdapat sebuah danau yang sangat spesial dibikinin oleh Yang Maha Kuasa hanya untuk Indonesia.
Danau air payau yang cuma ada dua di DUNIA.
Danau Kakaban
kalau diperhatikan degan seksama bakal terlihat beberapa ekor ubur-ubur lucu yang tidak lagi berbahaya karena sudah ber-evolusi.
Pulau Sangalaki.
Menjelang senja di pulau Derawan. Betapa jernih.
Pertama kali nya mereka dive dan hampir lenyap di kedalaman 20 meter!!
No comments:
Post a Comment